Akses ke Pelayanan Kesehatan Pengaruhnya Terhadap Status Psikososial Anak HIV

  • Nor Tri Astuti Wahyuningsih Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Wilasa Semarang
Keywords: Anak HIV, Status Psikososial, Akses Pelayanan Kesehatan

Abstract

Terbatasnya layanan rumah sakit rujukan membuat anak-anak terinfeksi dan terdampak HIV kesulitan untuk mengakses pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh akses pelayanan kesehatan dengan status psikososial anak di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah serta faktor yang paling berpengaruh. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode analitik dan pendekatan cross-sectional dengan besar sampel 47 anak. Teknik pengumpulan data dengan wawancara kepada responden yaitu pengasuh dari anak. Data dilakukan analisis univariat dengan uji Cross Sectional dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan 59,6% anak mengalami kesulitan mengakses pelayanan kesehatan dan 68,1% status psikososial anak baik. Analisis bivariat dengan Uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan signifikan antara akses pelayanan kesehatan dengan status psikososial anak (r=0.023). Analisis multivariat dengan uji regresi logistik menggunakan metode backward-LR didapatkan hasil anak yang sulit mengakses ke pelayanan kesehatan berpeluang untuk mempunyai status psikososial tidak baik sebanyak 10,74 kali. Implikasi untuk Rumah Sakit dapat menambah layanan dukungan psikososial dengan melibatkan psikolog di rumah sakit tersebut dan untuk Pemerintah menambah layanan CST, Rumah Sakit Rujukan, layanan jamkesmas, fasilitas alat transportasi, serta bantuan untuk pembiayaan pemeriksaan laboratorium bagi anak HIV

References

Andersen R. 1975. Equity In Health: Empirical Analysis in Social Policy. London: Cambridge Mall Bailinger Publishing.

Bagenda D, Nassali A, Kalyesubula I, Sherman B, Drotar D, Boivin MJ. 2007. Health, Neurologic, and Cognitive Status of Hiv-Infected, Long-Surviving, and Antiretroviral-Naïve Uganda Children. Pediatrics,117(3)

Bauman LJ, Silver EJ, Draimin BH, Hudis J. 2007. Children of Mothers With HIV/AIDS: Unment Needs for Mental Health Services. Pediatrics, 120(5).

Chernof M, Nachman S, Williams P, Brouwers P, Heston J, Hodge J. 2009. Mental Health Treatment Patterns In Perinatally Hiv-Infected Youth And Controls. Pediatric, 124(2)

Dahro A. 2012. Psikologi Kebidanan Analisis Perilaku Wanita Untuk Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.

Dirjen pemberantasan penyakit menular & penyehatan lingkungan. 2003. Pedoman Nasional Perawatan, Dukungan dan Pengobatan Bagi ODHA. Buku Pedoman untuk Petugas Kesehatan dan Petugas Lainnya. Jakarta: Depkes RI.

Hong Y, Li X, Fang X, Zhao J, Zhao Q. 2011. Care Arrangements Of AIDS Orphans And Their Relationship With Children’s Psychosocial Well-Being In Rural China. Health Policy Plan,26(2)

Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia. 2008. Pemberdayaan Perempuan dalam Pencegahan Penyebaran HIV-AIDS. Jakarta: Kemeneg pemberdayaan perempuan RI.

Kemenkes RI. Pengendalian HIV-AIDS di Indonesia. Diakses di: http://www.depkes.go.id pada tanggal 21 Juni 2012.

Komisi Penanggulangan AIDS. 2012. Pedoman dan Modul Pencegahan Positif. Jakarta: KPA.

PKBI Jateng. 2010. Penelitian Tentang Analisis Situasi Anak Yang Terinfeksi dan Terdampak HIV-AIDS Di Jawa Tengah Tahun 2010. Semarang: Asa PKBI Jateng.

Santrock JW. 2003. Adolescence Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga.

UNICEF. 2004. Kerangka Kerja Untuk Perlindungan, Perawatan dan Bantuan Bagi Anak Yatim dan Anak-Anak Yang Rentan Yang Hidup Di Dunia HIV dan AIDS.

Published
2023-09-30
How to Cite
Wahyuningsih, N. T. (2023). Akses ke Pelayanan Kesehatan Pengaruhnya Terhadap Status Psikososial Anak HIV. Jurnal Forum Kesehatan : Media Publikasi Kesehatan Ilmiah, 13(2), 77-84. https://doi.org/10.52263/jfk.v13i2.116
Section
Articles